BofA: EUR/USD Turun ke 1.1400 Sebelum Naik ke 1.2000 Setelah Konflik Berakhir

Analis Bank of America (BofA) memperkirakan euro akan melemah terhadap dolar AS, sebelum kembali menguat di akhir tahun. Hal ini karena ketegangan geopolitik dan gangguan di pasar energi menunda perubahan besar dari dominasi dolar.

Analis BofA sekarang memperkirakan dolar AS akan tetap kuat hingga kuartal kedua. Perkiraan nilai tukar EUR/USD juga direvisi: menjadi 1.14 dalam jangka pendek/menengah. Perubahan ini terjadi karena asumsi ekonomi global ikut berubah setelah konflik di Timur Tengah, terutama terkait pertumbuhan ekonomi dunia dan pasokan energi.

Sebelum konflik di Timur Tengah, dolar AS diperkirakan akan mulai melemah pada kuartal kedua. Namun, pandangan ini kini tertunda karena prospek pertumbuhan global tertekan akibat guncangan di sektor energi.

Menguatnya dolar sejauh ini memang sudah mencerminkan hal tersebut sampai batas tertentu. Akan tetapi, masih ada risiko kenaikan dolar jika konflik di Timur Tengah berlangsung lama, bahkan mungkin setelah konflik berakhir, karena pasokan energi kemungkinan butuh waktu untuk kembali normal.

Sementara itu, ketahanan ekonomi AS, yang sebelumnya diperkirakan hanya akan mendukung dolar di kuartal pertama, kini kemungkinan akan berlanjut hingga kuartal kedua, dimana harga energi yang masih tinggi akan menekan pertumbuhan ekonomi di wilayah zona euro, China, dan Jepang, yang membatasi kemungkinan pelemahan dolar.


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *