Analis Barclays (bank multinasional yang bermarkas di London) memperkirakan yen Jepang akan menghadapi tekanan dalam waktu dekat karena perkembangan geopolitik, tetapi diperkirakan secara perlahan menguat kembali terhadap dolar AS (USD/JPY bergerak turun) secara bertahap karena adanya perbaikan kondisi ekonomi di masa depan.
Barclays juga mengatakan bahwa pelemahan yen yang berlebihan kemungkinan akan tertahan di sekitar level 160, karena risiko intervensi masih tetap tinggi.
Barclays menambahkan bahwa penunjukan anggota dewan Bank of Japan (BoJ) oleh PM Takaichi yang cenderung mendukung kebijakan pelonggaran ekonomi, menimbulkan pertanyaan tentang kehati-hatian kebijakan.
Mereka mengatakan pasar masih khawatir terhadap kondisi keuangan pemerintah yang bisa memburuk karena peningkatan anggaran belanja pertahanan. Hal ini dapat menyebabkan yen kembali melemah (USD/JPY bergerak naik), imbal hasil obligasi pemerintah Jepang naik, dan ekspektasi inflasi juga meningkat.
Divergensi suku bunga antara AS dan Jepang yang semakin mendekat sudah banyak diperhitungkan oleh pasar, sehingga dampaknya untuk menekan nilai tukar dolar terhadap yen menjadi terbatas. Barclays berpendapat, nilai wajar USD/JPY ada di kisaran 148.
Mereka juga memperkirakan yen akan menguat secara perlahan, tetapi kemungkinan tetap ada tambahan “premi risiko” sehingga nilainya bisa berada sedikit berbeda dari perkiraan nilai wajarnya.


Leave a Reply