Indeks Dolar AS (DXY) turun tipis di sesi Eropa hari ini, Rabu (15/7), setelah tergelincir 0,33% pada penutupan perdagangan kemarin menyusul rilis data CPI yang diluar dugaan turun di bawah ekspektasi.
Sementara itu, ketidakpastian dan ketegangan di Selat Hormuz masih terus dipantau pasar. Kekhawatiran pasar menyebabkan harga minyak mentah terdorong naik di atas US$80 per barrel.
Hingga pukul 15:39 WIB, DXY yang mengukur kinerja USD terhadap 6 mata uang utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF) tercatat turun 0,06% di level 100,88.

Data CPI (Consumet Price Index) AS yang dirilis kemarin menunjukkan bahwa inflasi konsumen bulan Juni melambat di bawah perkiraan seiring dengan turunnya harga energi yang pada periode tersebut memang turun dari US$95 per barrel ke kisaran US$70 per barrel.
Namun, hari ini, di bawah tekanan geopolitik di Selat Hormuz, harga minyak kembali bergerak naik. Minyak WTI sekarang ada di posisi US$80,70, naik 1,14%. Sedangkan, harga minyak mentah Brent berada di US$ 86,24per barrel, naik 1,28%.


Leave a Reply