Indeks Dolar AS Turun Tipis, Harga Minyak Bergerak Naik di Atas US$ 85 per Barrel

Indeks Dolar AS (DXY) melemah tipis di sesi Asia hari ini, Senin (20/7), di tengah naiknya harga minyak akibat meningkatnya konflik di kawasan Teluk.

AS dilaporkan melancarkan serangan malam kedelapan berturut-turut terhadap Iran, setelah sebelumnya mengumumkan bahwa setidaknya dua personel militer AS tewas di Yordania

Sementara sekutu AS di kawasan itu melaporkan lebih banyak serangan Iran pada hari Minggu.

Hingga pukul 10:26 WIB, DXY yang mengukur kinerja USD terhadap 6 mata uang utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF) tercatat turun 0,03% di level 100,72.

Mengutip Reuters pada Minggu (19/7), militer AS mengkonfirmasi kematian ketiga personilnya dalam beberapa hari terakhir.

AS dan Iran telah meningkatkan serangan militer menyusul berakhirnya perjanjian gencatan senjata sementara yang ditandatangani sebulan yang lalu.

Perebutan kendali atas Selat Hormuz, semakin dalam di antara kedua negara itu, meningkatkan risiko kembalinya permusuhan dengan skala yang lebih besar dan dikhawatirkan akan terus mendorong harga minyak mentah bergerak naik serta meningkatkan risiko inflasi secara global.

Harga minyak WTI sementara ini ada di posisi US$ 83,64 per barrel, naik 2,27%. Sedangkan, harga minyak mentah Brent berada di level US$ 90,21 per barrel, naik 2,20%.


Posted

in

by

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *