Indeks Dolar AS (DXY) bertahan menguat di sesi Eropa hari ini, Kamis (13/8), tapi dengan rentang yang masih terbatas.
Adapun pada perdagangan kemarin, DXY ditutup naik 0,17%.
Data inflasi AS yang dirilis kemarin sesuai dengan ekspektasi pasar. Ini menyurutkan spekulasi kenaikan suku bunga The Fed di bulan September.
Hingga pukul 14:19 WIB, DXY yang mengukur kinerja USD terhadap sejumlah mata uang utama lainnya terpantau naik 0,04% di level 100,02.

Data inflasi konsumen (Consumer Price Index/CPI) AS yang dirilis kemarin, meningkat tipis pada periode Juli 2026, sesuai dengan ekspektasi pasar.
Kondisi ini berpotensi melemahkan alasan bagi Federal Reserve (The Fed) untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan September mendatang.
Akan tetapi, meskipun inflasi Juli yang lebih rendah dapat mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga, tekanan biaya hidup masih menjadi beban bagi warga AS karena pertumbuhan upah belum mampu mengimbangi kenaikan harga.
Tingginya biaya hidup juga berpotensi memengaruhi dukungan politik terhadap Trump menjelang pemilihan paruh waktu (midterm elections) pada November mendatang yang akan menentukan kendali Kongres AS untuk dua tahun berikutnya.
Sementara itu, para pengamat ekonomi memperkirakan tekanan inflasi akan kembali meningkat di bulan Agustus seiring kenaikan harga minyak baru-baru ini. Pertumbuhan lapangan kerja juga diperkirakan kembali menguat setelah distorsi musiman mereda.

Leave a Reply