Indeks Dolar Berupaya Bangkit Setelah Lengser 0,88% pada Perdagangan Kemarin

Indeks Dolar AS (DXY) berupaya bangkit di sesi Asia hari ini, Kamis (20/8), setelah lengser tajam 0,88% pada perdagangan kemarin.

Sementara itu, Depertemen Keuangan AS melaporkan bahwa total utang AS telah melampaui US$ 40 triliun untuk pertama kalinya. Ini memicu peringatan baru mengenai potensi krisis fiskal.

Hingga pukul 12:14 WIB, DXY yang mewakili kinerja USD terhadap sejumlah mata uang utama lainnya terpantau naik 0,09% di level 98,85.

Mengutip Reuters pada Kamis (20/8), laporan terbaru Departemen Keuangan AS mengenai saldo kas dan utang menunjukkan total utang publik yang beredar mencapai US$ 40,047 triliun.

Angka ini termasuk surat berharga negara yang dipegang publik sebesar US$ 32,266 triliun dan kepemilikan utang antar-lembaga pemerintah sebesar US$ 7,782 triliun. 

Nilai utang pemerintah federal kini telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam waktu kurang dari satu dekade, naik dari US$ 19,95 triliun saat Presiden Donald Trump dilantik untuk pertama kalinya pada Januari 2017.

Maya MacGuineas, presiden Committee for a Responsible Federal Budget, sebuah organisasi nonpartisan, mengatakan: “Utang sebesar 40 triliun dolar tidak hanya tercatat dalam pembukuan pemerintah; dampaknya terasa di seluruh perekonomian dan pada akhirnya akan memengaruhi keuangan masyarakat,”

“Semakin besar utang yang kita ambil, semakin parah inflasi yang kita picu, semakin terdesak prioritas anggaran lainnya, dan semakin rentan posisi kita menghadapi keadaan darurat di dalam negeri maupun gejolak di luar negeri,” kata MacGuineas dalam sebuah pernyataan tak lama setelah data Departemen Keuangan dirilis. 


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *