Indeks Dolar AS (DXY) merosot cukup tajam hari ini, Kamis (3/9), menyusul laporan yang menyebutkan bahwa Trump sedang berupaya menjaga agar perang dengan Iran tidak semakin meluas menjelang pemilu paruh waktu di AS.
Sementara itu, data tenaga kerja AS (NFP, Unemployment Rate & Average Hourly Earnings) juga menjadi perhatian pasar. Data tersebut akan dirilis besok atau Jumat (4/9).
Hingga pukul 17:03 WIB, DXY yang mewakili kekuatan USD terhadap sejumlah mata uang utama lainnya terpantau turun 0,37% di level 99,20.
Adapun pada perdagangan kemarin, DXY ditutup turun 0,08%.

Sejumlah pejabat senior AS mengatakan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump sedang berupaya menjaga agar perang dengan Iran tidak semakin meluas sebelum pemilu paruh waktu pada November 2026.
Langkah tersebut ditempuh untuk mencegah konflik yang tidak populer itu semakin menekan elektabilitas Partai Republik yang tengah berupaya mempertahankan mayoritas tipis di Senat dan DPR AS.
Upaya menjaga konflik tetap terkendali hingga pemilu dinilai penting bagi Partai Republik. Pasalnya, perang Iran mendapat penolakan cukup besar dari masyarakat AS.
Berdasarkan jajak pendapat Reuters/Ipsos pada akhir Agustus, hanya 31% warga AS yang menyetujui perang tersebut, sementara sekitar 63% menyatakan tidak setuju.

Leave a Reply