Indeks Dolar AS (DXY) melemah di sesi Asia hari ini, Selasa (8/9), setelah tergelincir 0,26% pada penutupan perdagangan kemarin.
Sementara itu, harga minyak mentah dunia masih bergerak di atas US$90 per barrel, meskipun Trump mengklaim bahwa harga minyak akan turun.
Hingga pukul 09:36 WIB, DXY yang mewakili kekuatan USD terhadap sejumlah mata uang utama lainnya terpantau turun 0,09% di level 98,81.

Presiden AS Donald Trump mengatakan kemarin via media sosial, bahwa ia tetap optimis harga minyak akan turun.
“Harga minyak akan turun drastis, seperti segala sesuatu lainnya yang turun, ketika kita menang perang dengan Iran. Tiga dolar per galon, tetapi pada akhirnya di bawah dua dolar per galon. Semua itu akan terjadi dengan cepat, dan Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir,” ujar Trump
Namun, pasar meragukan pernyataan itu karena hingga kini sejumlah target yang ditetapkan Trump saat meluncurkan Operation Epic Fury pada Februari lalu, belum sepenuhnya tercapai.
Iran sejauh ini masih tetap bertahan meskipun berada di bawah tekanan sanksi AS. Teheran bahkan mengancam akan menerapkan zona eksklusi maritim baru di Teluk Persia. Langkah tersebut meningkatkan risiko gangguan terhadap jalur pelayaran dan pasokan energi global.

Leave a Reply