Rupiah Spot Merosot 53 Poin ke Posisi Rp 14.953 per Dolar AS; IHSG Turun 41,57 Poin ke Level 6.704,23

Rupiah kembali tak berdaya pada hari ini, Kamis (25/5). Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang tertekan di hadapan Dolar AS.

Beberapa pengamat mengatakan, menguatnya USD terhadap mata uang Asia adalah karena pernyataan Gubernur The Fed, Christopher Waller, yang mengatakan kemungkinan suku bunga acuan bank sentral AS naik ke level 5,5%.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup terdepresiasi 53 poin atau 0,36% ke posisi Rp 14.953 per Dolar AS.

Hingga pukul 15:00 WIB, sebagian besar mata uang Asia melemah terhadap Dolar AS. Ringgit Malaysia anjlok paling dalam, yakni 0,70%. Berikutnya, won Korea turun 0,65%. Pesso Filipina melemah 0,52%. Dolar Singapura turun 0,25%. Yuan China melemah 0,11% dan rupee India tertekan 0,10%.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga tak bertenaga pada hari ini. IHSG terpangkas 41,57 poin atau 0,62% ke level 6.704,23 pada akhir perdagangan, menyusul turunnya enam indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sektor yang melemah paling dalam adalah sektor energi, yakni 1,97%. Disusul, sektor perindustrian yang melemah 1,49% dan sektor teknologi yang tergelincir 1,38%.

Total volume perdagangan saham di BEI hari ini mencapai 18,66 miliar saham dengan total nilai Rp 9,57 triliun. Sebanyak 226 saham bergerak menguat, 304 melemah dan 213 saham lainnya jalan di tempat.

Top gainers LQ45 hari ini:

  1. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) 4,49%
  2. PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) 3,25%
  3. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) 2,76%

Top losers LQ45 hari ini:

  1. PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) -5,88%
  2. PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) -5,78%
  3. PT Timah Tbk (TINS) -5,38%


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *