Rupiah menguat pada perdagangan Kamis (2/5). Sebaliknya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot tajam menyusul turunnya saham-saham bank raksasa di Indonesia.
Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup terapresiasi 74 poin atau 0,46% ke posisi Rp 16.185 per dolar AS.
Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia. Hingga pukul 15:00 WIB, won Korea Selatan memimpin setelah ditutup melonjak 0,83%. Berikutnya, peso Filipina ditutup naik 0,49% terhadap dolar AS.
Sementara itu, IHSG lengser tajam, seiring aksi jual investor asing yang membukukan net sell senilai sekitar Rp 2,6 triliun di seluruh pasar.
Sejumlah analis mengatakan, merosotnya saham perbankan raksasa menjadi pemberat utama IHSG di akhir perdagangan hari ini, dengan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi yang paling besar yakni mencapai 51,9 indeks poin.
Aksi jual terhadap saham perbankan itu adalah karena merespon keputusan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) yang kembali menahan suku bunga pada Kamis dini hari waktu Indonesia.
IHSG turun 116,77 poin atau 1,61% ke level 7.117,42 pada akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Total volume transaksi di BEI hari inimencapai 19,28 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 16,78 triliun. Sebanyak 405 saham melemah, 187 melemah dan 178 saham stagnan.
Top gainers LQ45:
- PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) 2,41%
- PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) 1,50%
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) 0,77%
Top losers LQ45:
- PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) -8,57%
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) -8,33%
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) -8%


Leave a Reply