Rupiah Spot Melemah 13 Poin ke Posisi Rp 14.985 per Dolar AS; IHSG Lengser 44,67 Poin ke Level 6.636,42

Rupiah kembali tidak bertenaga pada hari ini, Selasa (30/5). Pergerakan rupiah sejalan dengan sebagian besar mata uang di kawasan Asia yang juga melemah di hadapan Dolar AS.

Namun, Bank Indonesia (BI) optimis bahwa rupiah akan semakin menguat tahun depan, meski di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan hari ini bahwa berbagai faktor fundamental akan tetap mendukung penguatan nilai tukar rupiah.

Ia memaparkan, pertumbuhan ekonomi di dalam negeri masih akan terus membaik, ditopang konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, dan investasi.

Sedangkan, dari sisi permintaan, ekspor masih akan tumbuh positif sejalan dengan kenaikan permintaan global.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup terdepresiasi 13 poin atau 0.09% ke posisi Rp 14.985.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lengser di hari keempat berturut-turut. IHSG ditutup turun 44,67 poin atau 0,67% ke level 6.636,42 pada akhir perdagangan. Padahal, investor asing membukukan aksi beli dengan net buy saham senilai sekitar Rp 432,14 miliar.

Total volume perdagangan saham di BEI hari ini mencapai 20,40 miliar dengan nilai transaksi Rp 9,68 triliun. Sebanyak 294 saham melemah, 234 menguat dan 213 saham stagnan.

Top gainers LQ45 hari ini:

  1. PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) 5,58%
  2. PT Bank Jago Tbk (ARTO) 5,22%
  3. PT Bukit Asam Tbk (BUKA) 4,39%

Top losers LQ45 hari ini:

  1. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) -6,32%
  2. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) -5,52%
  3. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) -2,55%

Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *