Cara Mudah Menghitung Money Management

Setelah membahas pentingnya Money Management (MM), kali ini kita akan membahas cara praktis dan mudah untuk mengukur MM.

Tapi sebelumnya perlu diketahui, TemenTrading selalu menerapkan risiko maksimum sebesar 2% dari margin atau modal. Bahkan apabila kami memiliki beberapa posisi yang terbuka (Open Position/OP), maka “running loss” dari total OP tersebut tidak boleh lebih dari 2%.

Apa yang terjadi apabila “running loss” (dari total OP) melebihi 2%? Sederhana saja, kami akan segera melakukan “cut loss” pada semua OP tersebut. Selanjutnya, bersabar menunggu pergantian sesi perdagangan sambil menyimak aksi harga. Termasuk, mempersiapkan dan melakukan penyesuaian trading plan untuk sesi atau hari berikutnya.

Sekarang, anggap saja modal kita adalah US$1.000 (ini hanya sekedar contoh untuk mempermudah perhitungan). Maka, risiko 2% dari modal itu adalah sebesar $20. Sedangkan, reward-nya sebisa mungkin juga sebesar 2% atau $20. Syukur-syukur jika bisa lebih, katakanlah 3 hingga 4%.

Dalam prakteknya, TemenTrading juga memperhitungkan candle pattern, terutama pada chart H1 untuk perdagangan intraday. Sehingga, seringkali kami lebih memilih untuk melakukan “cut profit” ketimbang berharap mencapai target profit 2 atau 3%, apabila candle pattern mengindikasi hal yang tidak diharapkan.

Ini juga berlaku, apabila dalam beberapa jam kemudian kita akan berhadapan dengan rilis data ekonomi penting yang diperkirakan berdampak tinggi mempengaruhi sentimen pasar. Misalnya, data inflasi, data tenaga kerja dan pengumuman suku bunga dari bank sentral utama.

Nah, sangat mudah dipahami sebetulnya. Selanjutnya, tinggal melakukan penyesuaian terhadap volume lot yang akan digunakan. Lot mikro sangat dianjurkan. Artinya, kita harus mencari broker forex yang menyediakan lot mikro jika modal awal adalah sebesar US$1.000 atau jika lebih kecil dari itu.

Bagi kami, TemenTrading, perdagangan forex adalah perjalanan yang panjang. Bukan jangka pendek. Ibarat lari marathon, diperlukan stamina dan nafas yang teratur serta konsisten untuk jarak yang jauh. Bukan lari sprint 100 meter yang membuat kita terkapar kehabisan tenaga saat menyentuh garis finish.


Posted

in

by

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *