Gagal melanjutkan penguatan kemarin, rupiah lesu pada perdagangan Kamis (12/2) saat mayoritas mata uang Asia menguat di hadapan dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup terdepresiasi 0,25% atau 42 poin ke level Rp 16.828 per dolar AS.
Hingga pukul 15:00 WIB, won Korea Selatan tercatat terapresiasi 0,44% terhadap dolar AS. Disusul peso Filipina 0,32%, yen Jepang 0,20%, ringgit Malaysia 0,14%, yuan China 0,13%, baht Thailand 0,10% dan rupee India 0,09%.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga gagal melanjutkan penguatan kemarin, seiring aksi jual investor asing dengan net sell yang mencapai Rp 1,4 triliun di seluruh pasar.
IHSG terpangkas 0,31% atau 25,61 poin ke level 8.265,35 pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Total volume perdagangan saham di BEI hari ini mencapai 42,84 miliar saham dengan total nilai Rp 23,55 triliun. Sebanyak 384 saham melemah, 294 menguat, dan 144 saham stagnan.
Top gainers LQ45:
- PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) 13,07%
- PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) 4,61%
- PT Vale Indonesia Tbk (INCO) 3,65%
Top losers LQ45:
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT) -3,51%
- PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) -2,63%
- PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) -2,55%


Leave a Reply