Rupiah berlanjut melemah di akhir pekan, Jumat (6/3), di saat pergerakan mata uang Asia lainnya cenderung bervariasi terhadap dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup terdepresiasi 0,12% atau 20 poin ke posisi Rp 16.925 per dolar AS.
Hingga pukul 15:10 WIB sore tadi, peso Filipina tercatat merosot 0,66%. Berikutnya, rupee India (-0,09%), ringgit Malaysia (-0,08%) dan dolar Hongkong (-0,06%).
Di sisi lain, won Korea Selatan menguat 0,77%. Disusul, dolar Singapura 0,23%, yuan China 0,19% dan dolar Taiwan 0,10%.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga lesu di akhir pekan, seiring aksi jual investor asing yang membukukan net sell senilai sekitar Rp 262 miliar di seluruh pasar.
IHSG lengser 124,85 poin atau 1,62% ke level 7.585,68 pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Total volume perdagangan saham di BEI hari ini mencapai 33,94 miliar, dengan nilai transaksi Rp 17,64 triliun. Sebanyak 555 saham melemah, 168 menguat dan 94 saham stagnan.
Top gainers LQ45:
1. PT Barito Renewables Energin Tbk (BREN) 5,82%
2. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) 3,85%
3. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) 1,90%
Top losers LQ45:
1. PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) -8,46%
2. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) -4,89%
3. PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) -4,55%


Leave a Reply