Rupiah kembali melemah di awal pekan, Senin (6/4), meskipun indeks dolar AS sedang terkoreksi cukup dalam.
Pengamat mengatakan, pelemahan rupiah saat ini dipicu oleh kombinasi sentimen domestik dan global yang sama-sama menekan pergerakan mata uang Garuda.
Dari dalam negeri, investor mengkhawatirkan memburuknya kondisi fiskal yang tercermin dari pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup terdepresiasi 0,32% atau 55 poin ke posisi Rp 17.035 per dolar AS.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga tidak bertenaga di awal pekan, seiring aksi jual investor asing yang membukukan net sell senilai sekitar Rp 623 miliar di seluruh pasar.
IHSG merosot 0,53% atau 37,35 poin ke level 6.989,42 pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Total volume perdagangan saham di BEI hari ini mencapai 29,07 miliar dengan nilai transaksi Rp 15,18 triliun. Sebanyak 412 saham melemah, 255 menguat dan 151 saham stagnan.
Top gainers LQ45:
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) 6,91%
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) 6,14%
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT) 5,08%
Top losers LQ45:
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) -9,34%
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) -9,17%
- PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) -4,98%


Leave a Reply