Indeks Dolar AS (DXY) terkoreksi tajam kemarin dan dibuka dengan gap yang lebih rendah pada perdagangan Rabu (8/4), menyusul gencatan senjata antara Iran dengan AS/Israel.
Hingga pukul 15:27 WIB, DXY yang mengukur kinerja USD terhadap 6 mata uang utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF), tercatat turun 0,66% di level 98,86.

Secara teknikal pada chart Daily, indikator RSI kini berada di bawah level keseimbangannya. Namun, DXY masih bergerak di atas MA-50. Kurva ini menjadi fokus untuk sementara ini, dimana breakout di bawah kurva tersebut berpotensi mengindikasi fase downswing dalam jangka pendek.
Sementara itu, harga minyak mentah dunia (crude oil) merosot setelah gencatan senjata di Timur Tengah selama dua minggu membawa sedikit kelegaan bagi pasar atas harapan dimulainya kembali aliran minyak dan gas melalui Selat Hormuz.
Seperti diketahui, selat itu adalah jalur air strategis yang biasanya membawa sekitar 20% pasokan energi dunia.
Presiden AS Donald Trump pada Selasa (7/4/2026) dini hari (WIB) menyetujui proposal gencatan senjata kurang dari dua jam sebelum tenggat waktu yang ia tetapkan bagi Iran untuk membuka kembali selat tersebut atau menghadapi serangan dahsyat terhadap infrastruktur sipilnya.
Gencatan senjata tersebut memberikan sedikit kelegaan pasar. Namun, investor masih tetap ingin melihat apakah ini dapat mengarah pada resolusi yang lebih luas.

Leave a Reply