Rupiah Spot Melemah 0,08% ke Rp 17.104 per Dolar AS; IHSG Naik 2,07% ke 7.458

Rupiah berlanjut lesu pada perdagangan Jumat (10/4) bersama mayoritas mata uang Asia lainnya, di tengah kekhawatiran investor regional terhadap keberlanjutan gencatan senjata antara Iran – AS/Israel.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup terdepresiasi 0,08% atau 14 poin ke posisi Rp 17.104 per dolar AS.

Hingga pukul 15:10 WIB sore tadi, won Korea Selatan tercatat melemah 0,75%. Berikutnya, baht Thailand (-0,48%), peso Filipina (-0,39%) dan yen Jepang (-0,21%).

Berbanding terbalik dengan rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampil bertenaga di akhir pekan, seiring aksi beli investor asing dengan net buy yang mencapai Rp 193 miliar di seluruh pasar.

IHSG bertambah 150,90 poin atau 2,07% ke level 7.458,49 pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Total volume perdagangan saham di BEI hari ini mencapai 42,26 miliar saham dengan total nilai Rp 17,77 triliun. Sebanyak 485 saham menguat, 181 melemah dan 153 saham stagnan.

Top gainers LQ45:

1. PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) 7,36%
2. PT United Tractors Tbk (UNTR) 4,25%
3. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) 3,27%

Top losers LQ45:

1. PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) -1,21%
2. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) -1,07%
3. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) -1,01%


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *