Indeks Dolar AS (DXY) bertahan menguat di sesi Eropa hari ini, Senin (13/4), seiring naiknya harga minyak mentah dunia yang sekarang kembali bergerak di atas US$100 per barrel yang dipicu rencana blokade Selat Hormuz oleh AS.
Hingga pukul 16:13 WIB, DXY yang mengukur kinerja USD terhadap 6 mata uang utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF), tercatat naik 0,30% di level 98,99.

Kenaikan harga minyak dipicu rencana blokade Selat Hormuz oleh AS setelah perundingan damai dengan Iran gagal mencapai kesepakatan.
Presiden AS Donald Trump menyatakan, Angkatan Laut AS akan mulai melakukan blokade di jalur strategis tersebut, yang selama ini menjadi rute sekitar 20% pasokan energi global.
Hingga pukul 16:13 WIB, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 9,19% di level US$104,42 per barel. Di saat bersamaa, harga minyak mentah Brent tercatat naik 9% di level US$102,75.
Para pengamat mengatakan, langkah blokade Selat Hormuz berpotensi memperparah gangguan pasokan minyak global. Selain membatasi ekspor Iran, kebijakan tersebut juga dapat menghambat distribusi minyak dari produsen kawasan Teluk Persia. Situasi ini akan memperburuk disrupsi pasokan yang sudah terjadi di pasar.

Leave a Reply