Indeks Dolar AS Sempat Menguat, Pasar Masih Dibayangi Ketidakpastian

Indeks Dolar AS (DXY) menguat di awal perdagangan Senin (20/4), tapi kemudian penguatannya terkikis dan cenderung bergerak stabil dengan range terbatas.

Sentimen pasar sempat memburuk setelah Iran dikabarkan menolak kembali pembicaraan damai dengan AS.

Hingga pukul 14:34 WIB, DXY yang mengukur kinerja USD terhadap 6 mata uang utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF), tercatat naik tipis 0,05% di level 98,27.

Investor sempat khawatir setelah Iran dilaporkan menolak untuk kembali melakukan pembicaraan damai dengan AS. 

Penolakan itu muncul tak lama setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan akan mengirim utusan untuk melakukan perundingan, sekaligus mengancam akan melancarkan serangan baru jika Teheran tidak memenuhi tuntutan Washington.

Ketegangan semakin meningkat setelah AS menyebut telah menyita sebuah kapal kargo Iran yang diduga mencoba menembus blokade. 

Michael Brown, analis senior di Pepperstone London, mengatakan: “”Meski jelas kabar penutupan Selat Hormuz bukan hal yang baik, pasar masih melihat bahwa kedua pihak sebenarnya masih dalam tahap komunikasi,”

Dengan ketegangan geopolitik yang belum mereda dan arah kebijakan diplomasi yang masih tidak pasti, pelaku pasar kini kembali bersikap waspada terhadap volatilitas lanjutan di pasar energi, saham, dan mata uang global.


Posted

in

by

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *