Gagal melanjutkan penguatan 2 hari beruntun, rupiah lesu pada perdagangan Rabu (22/4).
Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup terdepresiasi 0,22% atau 38 poin ke level Rp 17.181 per dolar AS.
Hingga pukul 15.00 WIB, pergerakan mata uang di Asia terpantau bervariasi. Rupee India melemah 0,38%. Berikutnya, peso Filipina (-0,31%) dan dolar Taiwan (-0,12%). Di sisi lain, won Korea Selatan tercatat menguat 0,36%. Disusul, baht Thailand 0,24% dan dolar Singapura 0,15%.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan, seiring aksi jual investor asing dengan net sell yang mencapai Rp 827 miliar di seluruh pasar.
IHSG turun 0,24% atau 17,76 poin ke level 7.541,61 pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Total volume perdagangan saham di BEI hari ini mencapai 48,77 miliar saham dengan total nilai Rp 17,46 triliun. Sebanyak 440 saham menguat, 240 melemah dan 141 saham stagnan.
Top gainers LQ45:
- PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) (6,39%)
- PT Astra International Tbk (ASII) (4,35%)
- PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) (3,09%)
Top losers LQ45:
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) (-9,71%)
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) (-9,62%)
- PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) (-3,43%)


Leave a Reply