Indeks Dolar AS (DXY) sempat berupaya bangkit hari ini, Jumat (1/5), tapi kemudian kembali tertekan setelah merosot tajam 0,89% pada penutupan perdagangan kemarin.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menghadapi tenggat waktu terkait kelanjutan konflik dengan Iran. Ia diharuskan menghentikan operasi militer hari ini, atau mengajukan justifikasi kepada Kongres untuk memperpanjang perang.
Hingga pukul 18:21 WIB, DXY yang mengukur kinerja USD terhadap 6 mata uang utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF), tercatat turun 0,15% di level 97,94.

Sejumlah analis dan staf Kongres menilai kecil kemungkinan perang akan diakhiri dalam waktu dekat. Sebaliknya, pemerintahan Trump diperkirakan akan memberi notifikasi kepada Kongres terkait rencana perpanjangan selama 30 hari, atau bahkan mengabaikan tenggat tersebut dengan alasan bahwa gencatan senjata yang tengah berlangsung dengan Teheran menandai berakhirnya konflik.
Konflik Iran ini sendiri telah memasuki fase kebuntuan, terutama terkait sengketa jalur pelayaran strategis seperti Selat Hormuz, yang menjadi jalur vital distribusi energi global.
Sementara itu, secara teknikal pada chart Daily, terlihat bahwa sejauh ini DXY belum benar-benar dapat menutup posisi (candlestick Daily) di atas MA-50.
DXY memang sempat berupaya naik menembus kurva tersebut. Namun, gagal dan kini malah kembali bergerak turun menuju Low 17 April (97,63).

Leave a Reply