Indeks Dolar AS (DXY) masih terpantau melemah hari ini, Rabu (6/5), seiring dengan meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang disusul dengan turunnya harga minyak mentah.
AS dan Iran dilaporkan semakin mendekati kesepakatan untuk mengakhiri konflik di kawasan Teluk.
Hingga pukul 22:13, DXY yang mewakili kinerja USD terhadap sejumlah mata uang utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF), tercatat turun 0,50% di level 97,99.

Pada saat bersamaan, harga minyak mentah WTI berada di kisaran USD$95,50 per barrel. Sedangkan harga minyak mentah Brent ada di kisaran USD$102,41.
Pelemahan kolektif dolar AS dipicu oleh meredanya ketegangan geopolitik di Selat Hormuz yang secara langsung mengikis permintaan terhadap aset lindung nilai.
AS dan Iran dilaporkan makin mendekati kesepakatan untuk mengakhiri konflik di kawasan Teluk. Sumber dari Pakistan yang berperan sebagai mediator, menyebutkan bahwa kedua pihak tengah merampungkan memorandum satu halaman yang berisi poin-poin utama penghentian perang.
Laporan Axios juga menyebut bahwa pemerintahan Donald Trump meyakini kesepakatan sudah semakin dekat, beberapa jam setelah Trump menghentikan sementara misi angkatan laut AS untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Leave a Reply