Rupiah Spot Melemah 0,40% ke Rp 17.668 per Dolar AS; IHSG Turun 1,85% ke 6.599

Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tumbang di awal pekan, Senin (18/5), di tengah ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan naiknya harga minyak mentah dunia.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup terdepresiasi 0,40% atau 71 poin ke level Rp 17.668 per dolar AS.

Hingga pukul 15:00 WIB sore tadi, sebagian besar mata uang Asia melemah di hadapan dolar AS. Ringgit Malaysia tercatat merosot 0,49%. Disusul, rupee India (-0,33%), yen Jepang (-0,11%) dan dolar Taiwan (-0,03%).

Sementara itu, IHSG merosot tajam, di tengah aksi jual investor asing yang membukukan net sell senilai sekitar Rp 463 miliar di seluruh pasar.

IHSG turun 1,85% atau 124,08 poin ke level 6.599,24 pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Total volume perdagangan saham di BEI hari ini mencapai 31,19 miliar saham, dengan total nilai Rp 19,32 triliun. Hanya 125 saham yang menguat. Sebanyak 616 saham melemah dan 79 stagnan.

Top gainers LQ45:

  1. PT Astra International Tbk (ASII) (4,35%)
  2. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) (4,18%)
  3. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) (4,05%)

Top losers LQ45:

  1. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) (-11,76%)
  2. PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) (-10,90%)
  3. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) (-9,71%)

Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *