Rupiah Merosot 0,22% ke Rp 17.706 per Dolar AS; IHSG Anjlok 3,46% ke 6.370

Kinerja buruk kembali melanda rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (19/5).

Tekanan utama terhadap rupiah dan IHSG berasal dari sentimen global, yakni menguatnya dolar AS, naiknya harga energi, serta meningkatnya kekhawatiran investor akibat eskalasi geopolitik.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup terdepresiasi 0,22% ke posisi Rp 17.706 per dolar AS.

Hingga pukul 15:00 WIB sore tadi, hampir seluruh mata uang Asia tidak berdaya di hadapan dolar AS. Won Korea Selatan tercatat anjlok 0,88%. Disusul, dolar Taiwan (-0,33%), yen Jepang (-0,13%) dan dolar Singapura (-0,12%).

Sementara itu, IHSG anjlok tajam, meskipun investor asing membukukan net buy senilai sekitar Rp 261 miliar di seluruh pasar.

IHSG merosot 3,46% ke level 6.370,67 pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Total volume perdagangan saham di BEI hari ini mencapai 45,50 miliar saham, dengan total nilai Rp 25,07 triliun. Sebanyak 612 saham melemah, hanya 112 yang menguat. Sisanya, 94 saham bergerak stagnan.

Top gainers LQ45:

  1. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) 2,12%
  2. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) 1,18%
  3. PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) 0,71%

Top losers LQ45:

  1. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) (-13,33%
  2. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) -11,85%
  3. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) -11,82%

Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *