Indeks Dolar AS Menguat, Trump Jatuhkan Sanksi ke Otoritas Selat Hormuz

Indeks Dolar AS (DXY) bertahan menguat pada hari ini, Kamis (28/5), setelah sebelumnya menguat dua hari berturut-turut.

Ketegangan Timur Tengah dilaporkan kembali memanas setelah AS menjatuhkan sanksi pada Persian Gulf Strait Authority, sebuah lembaga yang didirikan Iran dan Oman untuk mengelola lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.

Hingga pukul 13:07 WIB, DXY yang mengukur kinerja USD terhadap 6 mata uang utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF), terpantau naik 0,20% di level 99,41.

Presiden AS Donald Trump mengatakan kemarin (waktu setempat) bahwa tidak ada satu negara pun yang akan mengendalikan Selat Hormuz. Termasuk Oman, negara yang memiliki hubungan ekonomi dan militer selama beberapa dekade dengan AS.

Departemen Keuangan AS menambahkan, pihak mana pun yang bekerja sama dengan Persian Gulf Strait Authority akan dianggap memberikan dukungan kepada Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan dapat ikut terkena sanksi.


Posted

in

by

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *