Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpuruk lagi pada perdagangan Kamis (4/6), tertekan oleh ketidakpastian global yang mendorong investor melepas aset berisiko.
Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup terdepresiasi 0,46% atau 82 poin ke posisi Rp 18.049 per dolar AS.
Hingga pukul 15:59 WIB, sebagian besar mata uang Asia tidak berdaya di hadapan dolar. Ringgit Malaysia tercatat melemah 0,52%, disusul won Korea Selatan (-0,25%) dan dolar Taiwan (-0,12%).
Sementara itu, IHSG merosot 101,28 poin atau 1,70% ke 5.839,78 pada akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Total volume perdagangan saham di BEI hari ini mencapai 38,73 miliar saham, dengan total nilai Rp 24,87 triliun. Sebanyak 623 saham melemah, hanya 106 yang menguat. Sisanya, 85 saham stagnan.
Top gainers LQ45:
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) (7,33%)
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) (5,75%)
- PT Alamtri Mineral Indonesia Tbk (ADMR) (5,75%)
Top losers LQ45:
- PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) (-12,60%)
- PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) (-11,40%)
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT) (-8,50%)


Leave a Reply