Dibuka dengan gap yang lebih tinggi di awal pekan, Senin (8/6), Indeks Dolar AS (DXY) bergerak cukup stabil di sesi Asia, setelah melonjak 0,64% pada perdagangan Jumat (5/6) pasca rilis data tenaga kerja AS (NFP/Non-Farm Payroll).
Data tersebut menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja AS tetap menguat secara struktural, meski diguncang harga energi global akibat ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.
Hingga pukul 10:50 WIB, DXY yang mewakili kinerja USD terhadap 6 mata uang utama lainnya (EUR, JPY, GPB, CAD, SEK, CHF), terpantau turun tipis 0,03% di level 100,04.

Data tenaga kerja AS mendorong pelaku pasar menaikkan peluang kenaikan suku bunga bank sentral (Federal Reserve/The Fed) pada akhir tahun ini.
Berdasarkan perangkat CME FedWatch Tools, pasar kini melihat probabilitas 70% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada Desember mendatang. Ini naik tajam jika dibandingkan proyeksi sebelumnya yang hanya sebesar 45%.

Leave a Reply