Ada 4 (empat) faktor penting yang menyebabkan reli Indeks Dolar AS (DXY) tertahan dalam beberapa hari terakhir.
- Faktor Terbesar (Pemicu Utama): Data Inflasi AS Sesuai Ekspektasi
- Sebelum data CPI dirilis, DXY melonjak ke level 100,07 dipicu oleh ledakan data ketenagakerjaan (Non-Farm Payrolls) AS yang mencapai 172.000 pekerjaan. Pasar sempat panik dan berspekulasi The Fed akan bertindak agresif.
- Ketika data inflasi CPI Mei dirilis dengan hasil Headline CPI tahunan di angka 4,2% (sesuai konsensus) dan terjadi kejutan penurunan kecil pada inflasi inti bulanan (0,2%), pasar langsung bernapas lega. Karena tidak ada kejutan yang berarti. Ini kemudian memicu penurunan imbal hasil obligasi AS dan menahan reli DXY
- Faktor Kedua: Antisipasi Transisi Kepemimpinan di The Fed
- Pasar global saat ini sedang sangat berhati-hati menanti rapat FOMC perdana yang akan dipimpin oleh Ketua Fed yang baru, Kevin Warsh. Sebelum ada kejelasan arah kebijakan emisi dari lisan Warsh langsung, para pelaku pasar memilih untuk membatasi pembelian dolar dalam skala besar.
- Faktor Ketiga: Harapan Diplomasi di Timur Tengah
- Sentimen safe haven mengendur tipis karena fokus pasar terpecah oleh adanya indikasi de-eskalasi konflik. Setiap kali muncul harapan gencatan senjata (meskipun situasi di Selat Hormuz masih tegang), premi risiko pada dolar AS akan menyusut sementara.
- Faktor Keempat: Eropean Central Bank (ECB) yang sifatnya hanya sebagai penahan sampingan
- Mengapa bukan faktor yang terbesar? Memang benar ekspektasi ECB akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 2,25% akan bisa memberikan napas bagi mata uang Euro (EUR). Namun, para analis (seperti dari ING dan Barclays) mencatat bahwa langkah hawkish ECB ini dianggap tidak cukup kuat untuk membalikkan tren dominasi dolar. Kenaikan suku bunga oleh ECB dipandang pasar hanya sebagai respon defensif (kebijakan kredibilitas) terhadap krisis energi di Eropa akibat konflik geopolitik.


Leave a Reply