Indeks Dolar AS Stabil Setelah Naik 0,26%, Selat Hormuz Kembali Memanas

Indeks Dolar AS (DXY) bergerak stabil di sesi Asia hari ini, Rabu (8/7), setelah ditutup naik 0,26% pada penutupan perdagangan di sesi New York semalam.

DXY menguat menyusul laporan yang menyebutkan bahwa militer AS meluncurkan gelombang baru serangan ke Iran sebagai respons atas serangan terhadap kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Hingga pukul 11:00 WIB, DXY yang mengukur kinerja USD terhadap 6 mata uang utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF) terpantau terkoreksi tipis 0,02% di level 101,10.

Seorang pejabat AS yang enggan disebutkan namanya mengatakan kepada Reuters pada Selasa (7/7/2026) waktu setempat, bahwa sasaran serangan meliputi sejumlah aset militer strategis Iran yang berkaitan dengan pertahanan dan pengamanan wilayah pesisir.

Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyatakan, operasi itu merupakan tanggapan atas serangan Iran terhadap tiga kapal komersial yang sedang melintasi Selat Hormuz.

“Agresi Iran yang telah ditunjukkan tidak dapat dibenarkan, berbahaya, dan merupakan pelanggaran yang jelas terhadap gencatan senjata,” tulis CENTCOM melalui platform X.

Harga minyak mentah bergerak naik setelah berita tersebut. Minyak mentah WTI sekarang berada di US$ 72,32 per barrel, naik 0,18%. Sedangkan, harga minyak mentah Brent ada di posisi US$ 76,14 per barrel, naik 0,28%.


Posted

in

by

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *